You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.
Halo…Haloo…Halooow..
Baiklah, langsung saja…
Ide ini muncul sebenarnya sudah sangat lama sekali, dan pengen banget dibicarakan.
Awal mulanya dikarenakan keluarga kita sering ngumpul-ngumpul dan makan bersama, kalau ada acara sering kita makan nasi padang bersama-sama dilantai hanya dengan nasi bungkus padang, seru, nikmat, dan kebersamaan nya itu yang paling penting.
Ada ide bagus nih, bagaimana kalau kita coba membuat restoran keluarga kita sendiri, jadi kalau ada acara makan-makan yah kita yang mengelola nya. Jadi sih rencananya modal nya dari bapak-bapak dan ibu-ibu kita semua, kita anggaplah mereka sebagai pemegang saham, dan beberapa dari kita yang mengelola rumah makan tersebut, kita sebagai manajemen nya sedangkan semua kepegawaian kita percayakan kepada karyawan yang kita gaji.
Pengennya sih kita coba cari tempat yang di daerah rawamangun, tapi mengingat daerahnya mahal, jadi selama masih di Jakarta timur bisa tuh kita coba buka, konsep nya rumah makan untuk kalangan menengah (middle class), tau restoran pagi sore kan? yang deket kuburan balai pustaka? pengennya sih kayak gitu tuh, tapi modal nya itu loh yang besar.
Abis sayang kan keluarga kita punya banyak potensi kayak kak vivie yang jago masak rendang trus uni desi yang jago desain buat rancangan ruangan nya, jadi konsep nya “RM Padang Arrumba” modern n minimalis gitu, gimana nih Om In? kira-kira bisa gak nih kita buka rumah makan sendiri? masak kalah sama Restoran Sederhana, mereka aja bisa buka franchise kita juga bisa kok kalau emang taste kita bisa sebagus dan beda dari yang lain.
Bang Kiki, bang iqbal? gimana nigh kita coba berbisnis keluarga bareng, lumayan buat jadi kerjaan sampingan yang menghasilkan, apalagi kalau nanti terwujud promosi nya ke keluarga relatif yang lain lebih mudah. ditunggu comment nya saudara-saudara semua… Terima kasih.
Secercah matahari pagi bersinar melintasi tirai jendela rumah ku, udara segar memasuki ruangan dengan tiupan angin kecil yang melewatinya, pagi ini ku terbangun dari tidurku. Setiap hari kudambakan wajah dan peringai mu, setiap malam ku mimpikan lantunan suara dan syariat mu, setiap saat ku hembuskan nama mu setelah Nya, didalam doa ku berharap kehadiran mu, kerinduan ku terhadap sosok dan bayang mu, kerinduan ku terhadap nafas perjuangan mu, kerinduan ku terhadap pembelaan umat mu. Andaikan ku terlahir di zaman mu, andaikan ku besar di masa mu, sosok mu lah yang kudambakan, jiwa mu lah yang ku junjung tinggi.
Hai Rasul ku, hai Nabi ku, “Aku ingin bertemu dengan Mu”




Recent Comments